Assalamua’laikum hari ku.
Kamis siang ini disaat semua orang sibuk dengan aktifitasnya seperti halnya diriku yang kini sedang sibuk membantu pengurus dharma wanita persatuan di kantorku untuk acara hari sabtu, badan sedang tak enak, bibir pun terasa kelu, perut pun terasa kosong. Karena aku sedang berpuasa hari ini.
Kamis siang ini disaat semua orang sibuk dengan aktifitasnya seperti halnya diriku yang kini sedang sibuk membantu pengurus dharma wanita persatuan di kantorku untuk acara hari sabtu, badan sedang tak enak, bibir pun terasa kelu, perut pun terasa kosong. Karena aku sedang berpuasa hari ini.
Jujur beberapa hari lalu masih dengan hati yang sama dia agus heri wibowo, lelaki yang masih selalu mengganggu aktifitasku dengan asyiknya bermain dalam imajinasi yang bernama cinta, semenjak aku memutuskan tuk berhenti memikirkannya, sejak itu pula parasnya selalu mindar-mandir di pikiranku, bahkan dalam aktifitas ku yang ramai pun. Ada dirinya.
Ya rabb. Tak ingin hati ini semakin berharap, tapi kenapa dia.
Astagfirullah al adzim
Ya rabb. Tak ingin hati ini semakin berharap, tapi kenapa dia.
Astagfirullah al adzim
Baru kemarin aku belajar tuk menyukai orang lain sebut saja dia yusuf iskandar, lelaki yang baru baru ini dekat dengan ku. Dengan usia terpaut jauh 5 tahun lebih muda dibanding diriku, dari cerita-ceritanya, sekalipun dia berusaha menarik perhatianku, aku hanya mampu menganggapnya hanya sebagai teman, dia baik tapi terkadang masih mengeluarkan sifat yang kekanakannya dan itu mesti buat aku harus lebih bersabar. Kurang lebihnya satu bulan lamanya aku jalan dengan dia, tak ada rasa nyaman, senyaman layaknya wanita terhadap pria yang dia sayangi. Ku lakukan hanya untuk menyenangkan dirinya saja, jahatkah aku jika itu alasanku, sementara ketika bersama nya aku masih memikirkan mas heri.
Yang aku mau dia, yang aku inginkan dia, yang selalu mampu buat ku bersemangat di hari-hari itu ya hanya dia. Kenapa?. Aku sendiri tidak tau, sementara aku tidak mungkin mengambilnya dari tunangannya. Astagfirullah al adzim. Ampuni aku ya rabb.
Yang aku mau dia, yang aku inginkan dia, yang selalu mampu buat ku bersemangat di hari-hari itu ya hanya dia. Kenapa?. Aku sendiri tidak tau, sementara aku tidak mungkin mengambilnya dari tunangannya. Astagfirullah al adzim. Ampuni aku ya rabb.
Tetapi tiba-tiba siang ini di hari kamis, jam 13:00 tiba-tiba pak purwantoro berceloteh tentangnya. Dia bilang “heri putus dengan tunangannya”. “alasannya karena ceweknya suka jalan sama pria ini itu”.
Bagai tersambar petir siang bolong, suasana tiba-tiba berubah menjadi terang, silau dan semangat dalam diri semakin menggebu-gebu. “benarkah?. Ini bukan cuma bualan belaka?.”
Bagai tersambar petir siang bolong, suasana tiba-tiba berubah menjadi terang, silau dan semangat dalam diri semakin menggebu-gebu. “benarkah?. Ini bukan cuma bualan belaka?.”
Jantung berdetak lebih kencang dibanding biasanya, nafas terasa lebih berat dan sesak dibanding biasanya. Mata kembali melebar seperti ingin teriak “yessssss!!” sorak-sorai bergembira di hati dan hanya aku yang bersendung riuh di dalamnya. Hanya aku. Tetapi tiba-tiba fikiranku berubah. Pertanyaan yang muncul di benakku, “bagaimana keadaannya, bagaimana dengan dia. Mas heri ku, sedih kah.Terluka kah. Aku tak ingin dia terpuruk dengan selesainya jalinan pertunangan. Karena bagi lelaki jika sudah memutuskan tuk bertunangan berarti dia sangat memikirkan keseriusan, dan kini kata serius itu selesai dengan masuknya kata perselingkuhan.
Ya rabb.
Aku mesti bagaimana, apa rasa yang harus aku rasakan, jujur hati ini masi menginginkannya. Ampuni aku jika itu dosa ya rabb, hamba berusaha tuk mampu mengelola rasa itu. Benarkah berita ini, tapi aku pun tak sanggup jika harus bertanya.
Aku mesti bagaimana, apa rasa yang harus aku rasakan, jujur hati ini masi menginginkannya. Ampuni aku jika itu dosa ya rabb, hamba berusaha tuk mampu mengelola rasa itu. Benarkah berita ini, tapi aku pun tak sanggup jika harus bertanya.
Untuk mu mas heri ku. Andai saja kau tau tak ingin ku punya rasa ini terhadapmu. Berusaha sekuat apapun aku malah rasa ini semakin menjadi, tapi insyaallah aku mampu mengelolanya hingga kau tak merasa tak nyaman terhadapku. Hanya kamu, ingin kamu, dan insyaallah kamu.
Cerpen Karangan: Auli Luky Z.
Jika Anda mempunyai Cerpen karangan sendiri, Cerpen Anda Bisa Anda Kirimkan ke Email : auli.luky1999@gmail.com, untuk di Publikasikan dengan cara : 1. Nama Pengarang, 2. Alamat, 3. Sekolah(Khusus yang Masih menjadi pelajar), 4. No. HP yang bisa dihubungi
Cerpen Karangan: Auli Luky Z.
Jika Anda mempunyai Cerpen karangan sendiri, Cerpen Anda Bisa Anda Kirimkan ke Email : auli.luky1999@gmail.com, untuk di Publikasikan dengan cara : 1. Nama Pengarang, 2. Alamat, 3. Sekolah(Khusus yang Masih menjadi pelajar), 4. No. HP yang bisa dihubungi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar